.........?

Jumat, 13 November 2015

Untuk Kita



Hujan tak lagi setia
Hilang sudah musim penghujan
Panaspun datang pergi begitu saja

Kapan itu musim kemarau
Hanya siang dan malam yang masih kenal waktu
Ada batas pasti yang patut diikuti
Aku dan kamu saat dibawah rintik sore itu
Menemani air mata yang berderai
Di pipimu di pipiku
Tentang salah dan benar yang tak diterima logika kita

Lalu ayahmu dengan sahajanya
Berpetuah untuk kita

“Belajarlah memaafkan
ketika hatimu dibelenggu benci
karena maafmu adalah obat untuk hatimu sendiri
jikapun dia salah
salahnya akan terhapus oleh maafmu
namun  yang  tak kau ketahui
bisa jadi salahnya adalah karena salahmu
atau bisajadi penilaian salahmu pada dia
murni atas kesalahanmu sendiri

karena dirimu yang begitu gelap tertutup emosi
karena dirimu yang begitu gelap tertutup dengki dan iri hati
hingga tak kau lihat kebaikan dan usaha dia yang  mengerti kamu

dia bukanlah malaikat ketika kau memujanya
dia bukanlah iblis ketika kau membencinya
dia adalah layaknya dirimu
tempatnya salah dan kekurangan
tempatnya emosi dan kebodohan
tempatnya kau mengerti dan kau memaafkan

diantara kalian adalah setan
yang menggoda dan mengusik kalian
hingga kalian ikut dia
atau kalian membantainya dengan ilmumu”.


Senja itu
Air mata kita
Adalah air mata cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

klik di sini !